Perusahaan Kipas Angin Hampir Bikin Google Glass

Dyson via Wired.com
Prototipe Dyson Halo, perangkat yang secara konsep sangat mirip dengan Google Glass.
KOMPAS.com - Jika sejarah berubah, mungkin perusahaan ini adalah pembuat perangkat yang sekarang disebut sebagai Google Glass. 

Adalah Dyson, sebuah perusahaan yang lebih dikenal dengan produk kipas angin tanpa kincir dan mesin penyedot debu, ternyata sudah pernah membuat prototipe alat mirip Google Glass. 

Headset untuk augmented reality itu dibuat oleh Sir James Dyson, penemu handal di balik perusahaan Dyson,  kurang lebih 10 tahun lalu. 

Seperti dilaporkan oleh Wired, pada 2001 James Dyson mulai mengerjakan perangkat bernama Dyson Halo (Code No66). Halo merupakan perangkat komputer portabel yang dikenakan di kepala pengguna, dengan tampilan berupa kacamata dan mampu mengenali perintah suara.
Dyson via Wired.com
Sir James Dyson, penemu handal di balik perusahaan elektronik Dyson, sedang menguji prototipe Dyson Halo.
Prototipe Halo memang masih jauh dibandingkan Google Glass yang lebih modis. Perangkat ini masih mirip Walkman, dengan sebuah kotak yang dipasang di pinggang dan dihubungkan ke headset lewat kabel. 

Kotak itu, yang bisa dikantongi atau dipasang di pinggang layaknya pager, adalah komputer min. Ya, kurang lebih saat ini bisa digantikan oleh ponsel (seperti pada Google Glass). 

Sedangkan di bagian headset terdapat dua layar (dekat pelipis) yang diproyeksikan ke sebuah prisma ke layar 10 inci di depan mata. Intinya, mirip sekali dengan Google Glass.

Masih ada tambahannya, yang belum dimiliki Glass, sebuah alat kendali yang dikenakan di pergelangan tangan dan berfungsi layaknya mouse. 
Dyson via Wired.comSketsa prototipe Dyson Halo, perangkat yang secara konsep mirip dengan Google Glass.
Dyson Halo sempat dikembangkan selama tiga tahun, sebelum akhirnya para pengembangnya beralih ke perangkat yang lebih siap untuk dipasarkan. 

James Dyson memang penemu yang handal, selain temuannya ini ia banyak membuat penemuan lain. Termasuk sebuah sel bahan bakar yang memungkinkan mesin Dyson berjalan dengan hidrogen dan oksigen (air). 

Begitulah cara kerja Dyson, untuk mencapai produk yang laris ia melakukan eksplorasi ke berbagai pengembangan produk. Sama sekali bukan kegagalan, tapi bagian dari pembelajaran untuk menghasilkan sukses di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar