Mercedes-Benz "Up Grade" Pabrik di Tanah Kelahiran

Stuttgart, KompasOtomotif - Mercedes-Benz memastikan bakal menanamkan investasi lebih dari 3 miliar euro atau Rp 46,01 triliun di tanah kelahiran, Jerman. Merek mobil premium itu akan menggunakan dana untuk menambah kapasitas produksi, meningkatkan teknologi, serta modernisasi pabrik mulai tahun ini (2014).

Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah kegiatan manufaktur kendaraan penumpang global, sekaligus memperkuat posisi Jerman sebagai pabrik utama Mercedes-Benz. Beberapa pabrik yang mendapat jatah modernisasi, antara lain Sindelfingen yang siap menampung dana segar hingga 1 miliar euro. Dana ini khusus disiapkan untuk menciptakan model-model baru untuk masadepan.

Pabrik lain yang menerima 1 miliar euro, adalah Untertürkheim, untuk perluasan pabrik perakit mesin. Sedangkan kapasitas pabrik di Bremen akan ditingkatkan dengan memanfaatkan dana sekitar 750 juta euro. Juga masih ada, pabrik Rastatt yang saat ini mulai merakit B-Class listrik murni.

Divisi baru
Selain itu, perusahaan juga mengumumkan divisi baru yang bertanggung jawab pada kegiatan produksi, yaitu Mercedes-Benz Operations (MO). Divisi ini bertanggung jawab pada seluruh kegiatan produksi Mercedes-Benz diseluruh dunia.

"Di bawah struktur produksi kami sebelumnya, setiap pabrik kami bergerak mandiri. Sekarang, manufaktur akan diatur sesuai dengan arsitektur masing-masing produk, secara mandiri dari setiap lokasi," beber Markus Schäfer, Anggota Dewan Mercedes-Benz Cars, Divisi Produksi dan Manajemen Rantai Pasokan, dilansir Carscoop (14/9/2014).

Arsitektur produk yang dimaksud, termasuk sistem penggerak belakang (MRA), sistem penggerak depan (MFA), arsitektur untuk SUV (MHA), mobil sport (MSA), dan arsitektur sistem gerak (MPA).

Produksi MRA akan terkait dengan beberapa model, seperti S, E, dan C-Class. Produksi MFA bertanggung jawab pada model, A, B-Class, CLA, GLA, dan CLA Shooting Brake di masa depan. Produksi MHA akan merakit M, R, GL, dan G-Class, sedangkan mobil sport (MSA), merakit SL dan SLK.

1 komentar